![]() |
| Bupati Situbondo saat meninjau bangunan SMPN 1 Banyuglugur yang ambruk dan Bupati menyemangati para siswa untuk tetap semangat belajar meski dengan kondisi memprihatinkan |
Kedatangan Bupati ke wilayah paling barat Situbondo itu, untuk melihat dan memastikan kondisi belajar mengajar siswa yang dilaporkan terganggu akibat bencana banjir bandang 21 Januari yang lalu.
Di sekolah tersebut, ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) kemungkinan besar tidak bisa dilakukan karena media belajar siswa mengalami kerusakan dan tak bisa digunakan lagi akibat banjir bandang. Tak hanya di Sekolah SMPN 1 Banyuglugur saja, puluhan sekolah di wilayah terdampak banjir juga dilaporkan banyak mengalami kerusakan.
Untuk percepatan pemulihan infrastruktur, Bupati terus melakukan pemuktahiran data sebagai penanganan lanjutan. " Kami terus mengupdate data karena kondisi faktual dan aktual dilapangan masih berkembang, " kata Mas Rio, Sapaan karib Bupati Situbondo.
Sebelumnya, Pemerintah Daerah Situbondo telah menyampaikan kondisi riil pasca banjir kepada pemerintah pusat agar pendanaan bisa dijalankan untuk pemulihan infrastruktur, " Yang penting, Insfrastruktur pendidikan, jalan, jembatan, pertanian dan fasilitas publik lainnya bisa kembali seperti semula, " ucapnya.
Dalam perhitungan pemerintah daerah, total anggaran yang dibutuhkan untuk pemulihan pasca banjir diperkirakan mencapai Rp 160 milliar sampai Rp 190 milliar dengan rincian perbaikan bangunan pendidikan Rp 35 milliar, Perbaikan Infrastruktur dan fasilitas publik Rp 52 milliar, sektor permukiman dan lingkungan Rp 25 milliar, penurunan kapasitas sungai Rp 28 milliar, sarana pasar Rp 40 milliar dan tempat ibadah Rp 15 milliar.


0Komentar