![]() |
| Jenazah Korban saat akan dimakamkan dan sejumlah petugas saat mendatangi ke rumah duka memastikan kejadian tersebut dan korban meninggal diakibatkan disambar petir. |
Informasi yang
dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.30 wib, tepatnya dipinggir
pantai Brige'en Dusun Deje Gudang Desa Peleyan Kecamatan Panarukan, korban Muh
Lutfi Ansori (23), Wahid (48) dan Santoso (42) bersama Anak Buah Kapal (ABK)
lainnya bersiap untuk melaut, namun saat akan berangkat mesin Kapal KM Mutiara
mendadak tidak bisa dihidupkan.
Situasi tersebut, membuat ketiganya memperbaiki
mesin kapal meski kondisi saat itu hujan deras disertai angin kencang. " Saat
itu kondisi dalam keadaan hujan deras disertai angin kencang, tapi karena mesin
tak kunjung hidup, kami berinisiatif memperbaikinya, " kata santoso,
menceritakan kejadian yang dialaminya, sabtu (7/2/2026).
Saat dalam perbaikan
itulah tiba-tiba petir menyambar sekitar kapal, para ABK yang mengetahui
rekannya disambar petir langsung melakukan pertolongan, korban Muh Lutfi Ansori
yang kondisinya memprihatinkan langsung dilarikan ke rumah sakit, namun sayang
dalam perjalanan nyawanya tak tertolong.
Sedangkan, korban Wahid mengalami luka bakar gosong di kedua tangannya dan Santoso lampu dikepalanya yang rusak akibat
sambaran petir, keduanya hingga kini masih mengalami trauma berat atas kejadian
tersebut.
Kapolsek Panarukan AKP Harsono membenarkan kejadian tiga korban
tersambar petir, satu diantaranya meninggal dunia, pihaknya telah menindak
lanjuti kejadian itu, " Kami bersama unsur TNI dan perangkat desa sudah
mendatangi lokasi kejadian perkara dan juga ke rumah duka untuk memastikan
kronologi dan penyebab kematian korban, sementara hasil penyelidikan memang
karena tersambar petir, " ucapnya. (Fatih)


0Komentar